Seringkali kita…

Seringkali kita membutuhkan seseorang yang dapat mendengar keluh kesah kita dan dapat kita jadikan tempat untuk mencurahkan perasaan ketika kita sedang gundah, sedih, ataupun bahagia. Ada beberapa orang dengan mudahnya menceritakan segala tentang kehidupannya kepada orang lain agar masalahnya cepat selesai, namun ada pula yang ingin menyelesaikan masalahnya sendiri, bukan berarti tidak meiliki kehidupan sosial, hanya saja orang tersebut membutuhkan orang yang tepat, yang benar-benar dapat dipercaya dan memberikan solusi dalam masalah yang dihadapinya.

Sampaikan Suratku

Ya Rabb . .

Sampaikan suratku padanya

Surat tanpa tulisan tangan atau ketikan

Tanpa selembar kertas dan tak beramplop

Bukan pula kugoreskan pada batu, dedaunan, ataupun kayu

 

Sampaikan suratku,

Katakan aku merindukannya,

kemarin, hari ini, esok dan seterusnya

dua hari yang lalu, seminggu yang lalu , satu bulan yang lalu

masih tersimpan rinduku

kubungkus rapi dan takkan kubiarkan ia lusuh

sampaikan suratku yang tak berwujud

 

Bisikkan di telinganya, aku selalu menunggu

sedetikpun aku ingin bertemu

tak cukup melihat bayangannya pada selembar kertas

atau melihat sosok itu dalam otakku

katakan itu sekali lagi

 

Ya Rabb,

Kirimkan suratku ini

janganlah bosan mengantarkan suratku

karena akan selalu kuucapkan selepas sujudku

Aku mencintainya,

Jangan biarkan ia berduka

Aku ingin senyumnya selalu menghiasi dunia

Berilah ia kekuatan berjalan dijalanmu

Ya Allah,

dan katakan padanya

aku akan selalu menjadi putrinya

putri kecil yang selalu haus kasih sayangnya

sampai kapanpun itu

 

 

 

 

Program Persamaan Kuadrat menggunakan Fortran

Di berbagai jurusan biasanya terdapat mata kuliah pemrograman komputer menggunakan software yang berbeda-beda. Ada yang menggunakan Pascal, C++, dan Fortran. Kebetulan di jurusanku mata kuliah pemrograman Komputer menggunakan Fortran.
Dibawah ini salah satu contoh membuat Program Persamaan Kuadrat.

Capture
Setelah program dibuat, lalu di compile maka akan keluar x1 dan x2

241

Dibawah ini jika persamaan kuadrat menghasilkan akar imajiner

imajineer

Kemah Orientasi Kepramukaan 2013 RPPSN

13 – 15 Desember 2013

Malam itu saya sedikit kebingungan sendiri gara-gara siangnya saya dihubungi temanku kalau sekretaris bidang-bidang harus mengumpulkan laporan pertanggungjawaban karena birokrasi akan tutup buku. Malam itu juga Pramuka akan berangkat untuk kegiatan Kemah Orientasi Kepramukaan. Saat itu saya belum ada baju pramuka sebelumnya saya telah menghubungi temanku untuk minta tolong mengambilkan baju pinjaman pada Kak Anif, namun sayangnya pesanku belum sempat ia baca sehingga saya harus cepat-cepat ke kostan Kak Anif untuk mengambil bajunya.
Setelah mendapat pinjaman saya langsung kembali ke kampus dan terlihat semua peserta telah siap untuk berangkat, ternyata peserta yang hadir hanya 22 dari konfirmasi kehadiran sebanyak 30 orang. Yah, estimasiku dari awal sebelum survey memang tidak jauh meleset. Sebagian tidak dapat mengikuti kegiatan ini karena ada kegiatan di jurusan dan ada yang kuliah tambahan.
Panitia menyediakan 2 buah truk TNI, sedangkan saya naik motor dengan Kak Hadi, saya sedang tidak ingin naik truk, takutnya kepalsaya jadi pusing dan tidak bisa menghandle kegiatan ini karena disini saya sebagai coordinator GIAT atai Sie Kegiatan.
Sekitar 2,5 jam akhirnya kami semua sampai di sebuah desa Sendi-Pacet-Mojokerto, kami berhenti di pinggir jalan dengan sederetan warung-warung yang sepi tanpa penjual maupun pembeli. Jelas saja, saat itu menunjukkan sekitar pukul 22.30. Semua barang-barang bawaan diturunkan dari truk lalu saya mengarahkan untuk dibawa ke bumi perkemahan. Jarak bumi perkemahan dengan jalanan sekitar 100-200 meter dan harus melewati jalan setapak yang kanan-kirinya ditumbuhi pohon-pohon besar maupun tumbuhan paku.
Sampai di Bumi Perkemahan seluruh barang diletakkan, kegiatan selanjutnya mendirikan tenda. Tak lupa penerangan menggunakan senter kami bersama-sama mendirikan tenda. Antara panitia dan peserta tendanya dipisah, begitupun antara putra dan putri juga wajib dipisah. Setelah semuanya selesai peserta disuruh tidur.
Malam itu udaranya semakin dingin saja, kami dari panitia belum saatnya tidur, masih ada hal yang harus disampaikan untuk apa saja yang harus dilakukan esoknya. Dari Kasangker atau ketua panitia memimpin briefing yang selanjutnya diserahkan ke Giat sebagai penanggungjawab serangkaian kegiatan. Seluruh elemen sangker atau bidang-bidang besok harus sudah siap dengan jobdesknya masing-masing tak terkecuali pada Kakak-kakak yang telah ditunjuk untuk mengisi materi.
Udara dingin memang mudah menghipnotis manusia untuk terbang melayang menuju alam mimpinya masing-masing. Sepertinya Kakak-kakak yang lain sudah lelah dan mereka harus istirahat untuk mengumpulkan energinya, tapi tidak dengan Kak Maliha yang sedang bingung memikirkan apa yang akan ia sampaikan besok ketika memberikan materi PPGD sehingga ia meminta Kak Totok untuk mengajarinya. Saya menemani Kak Maliha sekaligus juga ingin belajar tentang PPGD, kebetulan disitu juga ada Kak Hadi yang belum bisa tidur.
Meskipun dinginnya udara semakin menjadi tapi kami masih berdiskusi dan belajar pada Kakak sesepuh kami itu. Hal yang dari dulu saya sukai adalah menikmati suasana malam yang sunyi dengan langit bertaburan bintang ditambah suara-suara binatang malam seolah berada di dunia lain, suasana ini mampu membawaku tenggelam dalam masa lalu, memang sejak kecil orangtua saya sering mengajak bermain atau sekadar santai-santai di halaman rumah pada malam hari. Selain untuk mencari angin malam yang segar, sepertinya orangtua juga ingin mengajarkan anak-anaknya untuk melihat kebesaran Allah yang tiada duanya, menikmati kebersamaan dengan keluarga yang merupakan taman cinta dan kasih sayang.
Hari sebelumnya ada berita bagus kalau pada hari sabtu malam akan ada hujan meteor, apakah benar begitu?. Ternyata benar malam itu banyak bintang jatuh meskipun jatuhnya dengan selang waktu beberapa menit, pemandangan yang mengagumkan, biasanya saya menemukan hal yang serupa jika waktu subuh pada bulan ramadhan. Karena sudah larut dini hari, mungkin sekitar pukul 03.00 saya dan Kak Maliha memutuskan untuk tidur karena sudah mengantuk.
Allahu akbar… Allahu akbar… suara adzan dari salah seorang teman membangunkanku, saya jam di HP menunjukkan pukul 04.30, bisa dibayangkan betapa ngantuknya karena baru dapat tidur 1,5 jam. Tapi ada sesuatu yang mendorongku untuk cepat bangun meskipun udara di waktu subuh lebih dingin dibandingkan pada malam hari, bisa jadi karena tanggungjawab itu yang mampu mengalahkan nafsuku untuk melanjutkan tidurku.
Segera saya keluar tenda untuk mengambil air wudlu dan melaksanakan sholat berjamaah. Sebenarnya saya ingin sholat subuh dilaksanakan berjamaah seluruh peserta dan panitia namun melihat dari tempat wudlu yang terbatas dan waktu subuh keburu habis maka sholat dilaksanakan secara bergantian. Usai sholat saya segera ganti pakaian olahraga dan seluruh peserta maupun panitia yang sudah sholat diarahkan untuk berganti pakaian olahraga atau lapangan.
Tape wireless beserta microphone sudah siap untuk dimainkan, Kak Iqbal dan Kak Gerry sebagai PJ pagi itu juga terlihat sudah siap untuk memandu senam. Seluruh peserta maupun panitia berbaris lalu merentangkan kedua tangan. Peregangan – Pemanasan – senam membuat tubuh yang awalnya kedinginan membuat sedikit hangat dan kulit mulai dapat beradaptasi dengan udara sekitar.
Kegiatan selanjutnya adalah Latihan Baris-berbaris yang juga dipandu Kak Iqbal dan dibantu oleh Kak Gerry, peserta diajak latihan yang ringan karena karena memang hanya untuk membentuk kedisiplinan dan kami bukan militer. Kak Iqbal ini orangnya cukup kreatif, selain itu juga terbuka dilihat dari menanggapi pertanyaan maupun sanggahan peserta. Peserta disuruh menutup matanya – medengarkan aba-aba dan mereka harus melaksanakan perintah belok kanan, belok kiri, serong kanan, serong kiri, balik kanan, dll. Selama peserta latihan baris-berbaris Kakak-kakak panitia yang lain mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan untuk masak. Ada yang menyiapkan peralatan-peralatan, ada yang mencuci beras, memotong sayuran dan bumbu-bumbunya.
2013-12-14 05.59.29
Peserta latihan baris berbaris
Setelah peserta selesai latihan baris-berbaris peserta dikomando untuk masak dari bahan-bahan makanan yang sudah dibawa perkelompoknya. Sebagian dari mereka bergantian masak dan bersih diri. Kamipun dari panitia ada yang mandi dan ada yang tidak, contohnya saya sendiri. Hehe.
2013-12-14 07.01.24
Peserta putri sedang memasak
2013-12-14 07.04.47
Peserta putra tak kalah pintar memasak
Materi pertama yang akan disampaikan oleh Kak Maliha yaitu PPGD, tempat penyampaian materi juga seadanya, namanya juga kegiatan di alam bebas. Penyampaian materi disampaikan dengan model diskusi soalnya kami sama-sama belajar, saling mengingatkan jika ada yang lupa dan saling dibenarkan jika ada yang salah, pemateri bukan satu-satunya sumber ilmu, mungkin ada dari sbagian peserta yang lebih mengerti. Tiba-tiba gerimis datang, kami semua cepat-cepat membereskan barang-barangnya dan saya menginstruksikan untuk materi tetap dilanjutkan namun tempatnya pindah ke saung atau gubuk.
2013-12-14 08.52.18
Suasana materi PPGD
Durasi waktu untuk materi PPGD sudah habis, kemudian dilanjutkan materi Survival yang diisi oleh Kak Ersa. Kak Ersa rupanya lebih siap daripada Kak Maliha, sebelum materi dimulai Kak Ersa sudah menyiapkan game “Jika-Maka”, seperti apa permainannya?. Semua kelompok putra menuliskan “Jika . . “ dan yang putri “maka..” diisi terserah peserta, lalu ditunjuk salah satu dari putra dan satunya dari putri, mereka harus membacakan tulisannya tadi dan hasilnya kalimat yang tidak nyambung tapi lucu bahkan tak sedikit pula kalimat satu dengan yang lainnya menjadi cocok. Peserta sangat antusias dengan materi Survival ini dilihat dari waktu yang ditentukan sedikit molor karena banyaknya pertanyaan dari peserta.
2013-12-14 10.27.33
Materi Survival di dalam Gubuk
Usai materi survival, dilanjutkan dengan sholat dluhur dan makan siang, karena siang tidak ada jadwal makan maka peserta dianjurkan makan makanan ringan atau roti yang sudah dibawa. Ternyata ada juga yang sempat memasak walaupun alakadarnya. Handrew, salah satu peserta yang pintar memasak, ia memasak bubur instan dicampur roti dan telur. Yah, sekilas dilihat bentuk makanannya membuat orang ingin muntah, tapi karena lapar apapun rasanya enak-enak saja.
Materi selanjutnya adalah Caving yang dibawakan oleh Kak Manul, sebenarnya Caving hanyalah materi tambahan dan pengetahuan tambahan untuk peserta karena di daerah setempat terdapat Goa, rencananya keesokan hari setelah outbound peserta akan dibawa ke Goa tersebut. Pada materi ini terdapat satu atau dua yang sudah mulai mengantuk karena memang suasana sangat mendukung jika digunakan untuk tidur, secara hujan dari pagi belum reda juga.
Tinggal materi yang terakhir, yaitu tali-temali yang akan diisi Kak Yuyun. Sayang sekali Kak Yuyun belum memiliki persiapan dan akhirnya digantikan Kak Umam yang diisi materi motivasi dan games. Kak Umam adalah alumni sekaligus Ketua Dewan Racana (KDR) Putra periode 2010/2011. Walaaupun saya bukan peserta Kemah Orientasi Kepramukaan tetapi disitu saya memposisikan sebagai peserta. Pertama-tama kami diberi game menghafal nama-nama peserta yang hadir saat itu, game ini bertujuan untuk saling mengenal, dengan saling mengenal satu sama lain akan mempermudah terjalinnya keakraban.
Memasuki materi motivasi, Kak Umam bercerita mengapa ia memilih Pramuka dan bergabung di keluarga besar Gugusdepan Surabaya 610-611. Jika dibandingkan dengan BEM, Himpunan Mahasiswa Jurusan, atau Ormawa lainnya hanya Pramuka yang memiliki kekeluargaan yang erat. Hal tersebut bisa dilihat dari Pembina-pembina, alumni, dan anggota-anggotanya. Masih banyak hal yang telah disampaikan Kak Umam, terlalu banyak jika saya tuliskan semua 😀 .
Waktu menunjukkan pukul 16.00, peserta digeser menuju musholla untuk menunaikan sholat ashar berjamaah, jarak antara musholla dengan bumper sekitar 200 meter dan saat itu cuaca masing mendung, gerimis masih menemani Kemah Orientasi Kepramukaan 2014.
Kegiatan selanjutnya adalah masak, sholat magrib, dan bersih diri. Usai sholat magrib dilanjutkan makan malam dibawah terpal yang ditali ujung-ujungnya ke pohon-pohon sebagai tempat berteduh dari hujan. Jeda waktu sholat magrib dengan isya’ memang dekat, bagi yang sudah makan segera mengambil air wudlu hendak melaksanakan sholat di saung. Sekembalinya dari sholat seluruh peserta maupun panitia berkumpul kembali di bawah terpal karena acara selanjutnya akan segera dimulai. Berhubung malam itu hujan belum berhenti acara yang semula akan dibuat api unggun ditunda hingga hujan reda. Sebagai gantinya peserta diajak berkumpul bersama untuk menyampaikan kesan-kesannya selama seharian mengikuti Kemah OK di pandu oleh Kak Toto katas permintaan Kak Ersa.
Salah satu hal yang jangan sampai terlewatkan saat kegiatan malam adalah bernyanyi bersama, sudah seperti tradisi saja. Lagu-lagu yang dinyanyikan juga bervariasi, dari lagu yang lawas yang galau-galau hingga lagu anak-anak, tak lupa sholawatan juga, ups . . disitu saya juga sebagai motornya loo…. Karena saya terkadang tidak bisa menyanyikan lagu yang sering dinyanyikan teman-teman maka saya lebih suka yang bervariasi dan tidak monoton. Sepertinya semua terlarut dalam senandung lagu-lagu ditambah suasana malam yang sangat mendukung.
Panitia yang lain ada yang menyiapkan api unggun karena dirasa hujan sudah reda tinggal titik-titik gerimis saja. Malam itu dinginnya tak tertahankan, kami semua merapat menuju tumpukan kayu yang siap menerima api. Begitu api unggun menyala kami menyanyikan lagu yang khas yaitu “Api Unggun Sudah Menyala”. Sekitar pukul 23.00 WIB peserta diarahkan untuk tidur karena nantinya akan dibangunkan sekitar pukul 01.30. Seluruh panitia berkumpul untuk briefing apa saja yang harus dilaksanakan nantinya.
20120101_235724
Menghangatkan diri
Untuk malam yang kedua saya sudah merasa bahwa tidak akan bisa tidur malam itu juga, selain ini menjadi tugasku sebagai Giat juga masih banyak hal yang tidak bisa ku tinggal begitu juga. Mungkin yang lain masih bisa menyempatkan untuk tidur walaupun hanya 15 – 30 menit. Mengantuk? Itu sudah barang pasti, sudah berapakali saya menguap dan mata sudah tak kuat, saya selalu mencari cara agar kantuk cepat hilang.
Panitia bekerja sesuai tugasnya masing-masing untuk mempersiapkan pengambilan scarf, seluruh penjaga pos berjalan bersama-sama lalu berhenti sesuai dengan pos jaganya. Waktu itu aku jaga pos ke-3 bersama Kak Manul, bisa dibayangkan dua orang di tengah hutan hanya dengan penerangan satu senter dan lentera dari lilin yang diberi tudung botol air mineral 1,5 liter, hal yang saya takutkan ditengah hutan bukanlah hal-hal yang berbau makhluk halus tetapi binatang buas. Tidak hanya itu, tetapi di derah Sendi memang terkenal masih banyak binatang lintah dan pacet. Hutan dengan pepohonan lebat dan tinggi-tinggi bisa jadi terdapat binatang buasnya. Sepertinya akan menunggu lebih lama, apalagi berada di pos ke-3 yang selanjutnya pos pengambilan Scarf.
Menunggu sesuatu yang sangat menyeblkan bagiku, , mungkin lirik lagu dari Zivilia tersebut sesuai dengan apa yang saya rasakan saat itu. Mataku sudah tidak bisa diajak kompromi, mataku seolah membawa beban berkilo-kilo 😀 . Sambil menunggu saya memutuskan untuk tidur sambil duduk. Entah berapa lama saya tertidur tiba-tiba dibangunkan kak Manul kalau peserta kelompok pertama sebentar lagi sampai di pos yang kami jaga. Kelompok demi kelompok berlalu, kami menunggu Kakak-kakak yang di di pos sebelumnya ada Kak Ersa, Kak Gerry, Kak Yuyun, Kak Iqbal, dan tambahan lagi Kak Totok sebagai sweeper. Kami semua berjalan bersama-sama menuju Pos pengambilan Scarf yang disana sudah dijaga oleh Kak Thoriq.
Peserta berbaris dengan rapi dan suasana begitu tenang, Kak Thoriq memberi pengarahan bagaimana teknis pengambilan Scarf-nya. Teknisnya hampir sama ketika saya masih menjadi Tamu Racana atau peserta Kemah OK. Scarf diletakkan di berbagai tempat, ada yang di semak-semak, di ranting pohon, dll. Sementara peserta masih sibuk mencari scarf-nya, kami rombongan penjaga pos langsung berjalan menuju musholla untuk melaksanakan sholat subuh.
Sholat subuh selesai, saya kembali ke bumi perkemahan untuk menyiapkan kegiatan selanjutnya yaitu Outbound. Games-nya ada Tali Mbulet, Ping-Pong Estafet, Sodok Tambang, dan Putar Bumi. Untuk pagi ini tidak ada sarapan dan rencananya akan dijadikan satu dengan makan siang di Warung.
Langsung saja ke Outbound. Saya dan Kak Manul menyiapkan perlengkapan buat Outbound, peserta dan Pemangku Adat kami masih sibuk foto-foto, Yah,,,, pemandangan pagi itu begitu indah dengan background Kegagahan Gunung Arjuna dan cuaca begitu cerah sehingga sinar matahari yang hangat lama-lama semakin panas.
Sebelum menuju game yang pertama, ada game komunal atau belum ada pembagian kelompok. Game yang pertama adalah “Apel”, untuk game ini saya sebagai trainernya. Di rencana awal memang tidak ada game komunal sehingga saya langsung mengambil potongan kertas dan spidol lalu saya tulis angka sebanyak peserta yang ada di situ.
Setelah beberapa menit, game komunal dirasa sudah cukup, sudah saatnya beranjak ke game yang pertama yaitu Tali Mbulet. Sebelumnya di bentuk dua kelompok, masing-masing kelompok disuruh membuat nama kelompoknya. Kelompok yang pertama namanya “Susu” dan yang satunya lagi bernama “Hore”. Kedua kelompok itu juga wajib membuat yel-yel.
Kak Thoriq sebagai Master Trainer memberi aba-aba tanda game Tali Mbulet dimulai. Untuk yang pertama melakukan game ini pasti akan kesulitan. Ternyata lama juga menyelesaikan game yang satu ini karena peserta banyaknya peserta per kelompok dan akhirnya kelompok “Hore” dapat menyelesaikan dahulu.
Peserta digeser menuju tempat geme yang kedua yaitu Ping-Pong Estafet. Ada pipa paralon dengan ukuran 20 cm dan satu bola ping-pong untuk satu kelompok. Bola tadi dibawa dari depan ke belakang dengan pipa menggunakan mulut. Permainan yang paling lama ada disini, hamper setengah jam lebih belum selesai juga, saya mengapresi peserta yang tidak curang dan tidak mudah menyerah meskipun bola berkali-kali jatuh dan mereka juga jujur untuk mengulangi dari awal.
Lanjut game yang ke-tiga yaitu Sodok Tambang. Kalau biasanya ada Tarik Tambang, nah… kalau yang ini berbeda.

Putar Bumi adalah Game yang terakhir dan penutup, Perwakilan satu per satu dari masing-masing kelompok maju kemudian berputar sambil bungkuk sebanyak 5 kali lalu berlari menuju bendera semaphore, siapa yang dulu mencabut bendera kelompok itulah yang mendapat poin. Banyak kejadian lucu saat berada di game ini, salah satu tujuan saya tercapai yaitu membuat peserta senang. Percuma diberikan game yang menarik kalau peserta tidak senang. Ya kan?
Usai outbound kegiatan selanjutnya adalah wisata ke Goa, namun sebelum itu peserta diarahkan memasak untuk sarapan, pasti sudah kelaparan setelah melaksanakan serangkaian games tadi. Sambil menunggu peserta selesai saya istirahat sebentar karena badan saya terasa sangat drop sekali akibat dua hari bisa dikatakan tidak tidur dan harus menghandle seluruh kegiatan. Pada saat outbound tubuhku terasa ringan sekali dan seperti melayang apalagi terkena panasnya sengatan matahari. Mau tidak mau saya harus memaksa untuk tetap memantau kegiatan tersebut.
Kabut mulai turun, cuaca yang semula cerah berubah gelap dan lama kelamaan huja turun. Seluruh kelompok masak dari peserta maupun panitian sudah selesai, seluruh masakan dibawa ke tempat berteduh dibawah terpal untuk makan bersama. Sarden, telur, nasi, abon, krupuk, dan lain sebaginya dicampur jadi satu.
Usai sarapan bersih-bersih dan packing untuk memastikan tidak ada barang yang tertinggal dan tidak ada sampah yang berserakan. Kak Ersa sebagai ketua Panitia atau Kasangker menginstruksikan untuk segera bersiap-siap karena kita akan menuju Goa. Nama Goa tersebut adalah “Putuk Kursi” yang artinya saya sendiri sudah lupa. Disana ada juru kuncinya yang bernama Pak Jadi, beliau menghimbau untuk jangan berisik ketika didalam Goa dan diam saja kalau melihat sesuatu. Sepertinya peserta menikmati wisata Goa ini.
Karena waktu kami tinggal sedikit langsung saja peserta diajak ke bumper lagi. Sampai bumper langsung mengambil air wudlu lalu sholat dluhur berjamaah. Semua peserta maupun panitia bersiap-siap untuk melaksanakan apel penutupan. Sesudah apel kami berfoto bersama dengan peserta atau kakak-kakak anggota. Langsung saja seluruh barang bawaan dibawa menuju parkiran karena sebuah truk sudah menunggu kami.
Alhamdulillah sebelum magrib kami semua sudah sampai di kampus tercinta, barang-barang yang ada di truk segera dibawa ke sanggar. Semua tampak kelelahan baik peserta maupun panitia.
Cukup sekian yang bisa saya sampaikan, masih banyak lagi yang belum sempat tersampaikan. Pengalaman dan pelajaran banyak saya dapatkan di kegiatan ini. Terimakasih kakak-kakak yang telah membantu suksesnya acara ini meskipun banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan, karena kesempurnaan hanya milik Allah Subhanallahu Wata’ala. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat kedepannya bagi saya sendiri, anggota Racana, peserta kemah OK, masyarkat dan lain-lain. Aamiin……………………………………….
See you next year “Kemah OK 2014” . . . . . . . . 😀

Berikan Aku Satu Hari Saja

Lelah, sakit hati, iri  …

Memang sebuah pembelajaran untuk diri sendiri

Tak ada laut yang tak bergelombang

 

Beri aku sehari saja

Untukku melupakan segalanya

Untuk menata harapan dan tujuan kembali

memperbaiki jalanan rumit ini

mencari arah yang pasti

mencari kembali sebagian hidupku yang hilang

 

Berikan aku waktu sehari saja

untuk menatap bulan dan matahari bersinar

meski tak mungkin menahan lebih lama lagi

untuk menghangatkan sinarnya,

melihat senyum-senyumnya di perbatasan senja

 

Berikan aku waktu satu hari saja

untuk merebahkan ragaku

izinkan aku,  sejenak melepas tanggungjawabku

meluruhkan batu demi batu

aku butuh ketenangan

sebelum aku menemukan ketenangan sejati

aku ingin lebih menyayangi diriku sendiri

mengumpulkan kekuatan dari berbagai penjuru

 

Beri aku waktu

Jauhkan aku dari suara-suara,

agar dengan mudah ku lepaskan kejenuhan ini

melupakan sejenak wajah-wajahmu

bukan untuk ku musnahkan

cukup sejenak saja….

Image

Kemana sejatinya kedamaian itu

Aku ingin menyadarkan diriku sendiri

membuat kerinduan senyuman-senyumanmu

tawa canda yang tak mungkin kudapatkan ditempat lain

Sadarkan aku, hanya pada sebuah istana ini kan kucurahkan

berbagi kasih sesama memusnahkan kegelisahan yang ada

 

Dear : My Lovely Dad

Siapa tak bangga memiliki pahlawan yang gagah

Pahlawan yang tegas dan berwibawa

Selalu menjadi perisai

 

Ayah, jika engkau tahu sesungguhnya…..

 

19 tahun sudah 

Berapa kali kita bertemu ?

Separuh hidup yang telah ku jalani tak sebanding dengan waktu yang kujalani bersamamu

Seperempat dari usiaku? Bisa jadi masih kurang

 

Disaat untuk pertama kali aku membuka mata, Tak terlihat sosokmu

Atau saat pertamakali suara  yang kudengar bukanlah suara adzan untuk menyambutku

Memang aku belum tahu apa-apa

Bukanku menuntut

 

Aku lupa, kapan pertamakali aku mengenalmu

matahariku,

Matahari yang selalu hadir dengan sinar hangatnya

 

Masa kecil yang indah memang jika masa itu ditemani seorang ayah

Ayah, orang yang sakit saat melihat anaknya sakit

Bahagia melihat anaknya bahagia

Tak ingin sekecil apapun melukai anaknya

 

Sepertinya dulu aku tidak terlalu berharap jika kau ada di setiap waktuku

Namun setelah dewasa entah mengapa engkaulah orang yang selalu kurindukan

Selalu kuingat candamu

Sekalipun engkau tutupi kesedihanmu, aku tahu

Meskipun kau senbunyikan itu semua dalam senyummu

Aku bangga, ya,,, aku sangat bangga memilikimu