Joanna Francis : Wahai Muslimah, Aku Iri Terhadap Kalian

Joanna Francis : Wahai Muslimah, Aku Iri Terhadap Kalian.

Iklan

Latihan Fotografi Pramuka ITS

Dalam rangka memperingati hari Tunas pada tanggal 9 Maret 2014 Racana Putri Sepuluh Nopember mengadakan kegiatan fotografi. Kegiatan ini memang khusus untuk yang putri tapi kami mengundang Kakak-kakak Racana putra yang bersedia. Pukul 14.00 WIB kami langsung berangkat menuju ke lokasi yang dijadikan tempat pemberian materi. Kak Lita, selaku pembina putri sekaligus KaGudep putri mendampingi kegiatan ini dengan mengajak putra semata wayangnya, Lukman. Saya, Kak Alin, Kak Mardiana, Iqbal, Kak Lita, dan Lukman menuju ke Jembatan Jurusan Statistika dengan naik motor untuk mempercepat waktu.

Sampai di tempat, ternyata pematerinya sudah menunggu di sana. Sebelumnya kami kira beliau akan mampir ke sanggar ternyata langsung ke lokasi. Materi dimulai di bawah pohon yang rindang, di ujung jembatan, dan cuaca saat itu sedang mendung. Kak Ghoz, beliau pemateri kegiatan ini sekaligus suami dari Kak Lita. Kemudian hadirlah Kak Aan dengan sepeda lipat dan kamera Nikon kesayangannya. Pengenalan mengenai dasar-dasar fotografi hingga teknik-tekniknya.

Gambar

Tiba-tiba hujan turun dengan deras dan angin yang kencang  sehingga terpaksa kami mencari tempat yang lebih nyaman untuk berteduh. Kami berteduh di selasar jurusan Matematika. Materi fotografi tetap dilanjutkan, Kak Ghoz menunjukkan teknik fotografi pada sebuah buku yang saya lupa terbitan mana. Didalam buku tersebut terdapat bermacam-macam foto dengan teknik yang berbeda-beda.

Hujan sudah mulai reda, masih menyisakan titik gerimis. Selepas hujan merupakan momen yang tepat untuk hunting foto. Pemandangan di jembatan saat itu begitu indah. Aku meminjam pocket kak Lita, sedangkan yang lain meminjam kamera Kak Ghoz. Adapun objek-objek yang jadi sasaran adalah bunga, hewan, hingga salah satu anggota menawarkan diri jadi modelnya. Kak Alin, salah satu anggota putri keturunan tionghoa yang cantik ini bergaya bak artis shampo.

Gambar

Kakak-kakak peserta latihan fotografi sangat antusias, apalagi kegiatan yang berbau foto pasti akan lebih semangat, contohnya kak Mardiana yang suka sekali di foto dan Kak Iqbal yang suka memfoto. Kak Ghoz pun tak mau kalah, hasil jepretannya sangat bagus-bagus. Karena waktu sudah agak sore maka hunting fotonya dihentikan, hasil jepretan Kakak-kakak dikumpulkan lalu di nilai dan di komentari oleh Kak Ghoz siapa yang paling bagus akan mendapat hadiah spesial.

“Static and Dynamic” judul foto hasil jepretan Kak Alin adalah yang menang, Kak Alin mendapat hadiah souvenir cantik yang diperoleh Kak Lita waktu di Inggris. Bagi yang tidak menang tetap dapat souvenir dari Kak Alin yang dibelinya dari Makassar. Hari itu sangat menyenangkan bagi kami, kami sangat puas dan berharap ada latihan seperti ini lagi. Di akhir kegiatan Kak Lita meminta kami untuk menuliskan harapan dan kesan di kertas kecil lalu di tempel di kertas HVS.

Terimakasih kak Ghoz dan Kak Lita……………..

Berikut foto-foto dokumentasi kegiatan fotografi yang lainnya.Gambar

GambarGambar

 

 

 

 

 

 

Aku Takut Malam

Senja telah kembali ke peraduannya

Langit sudah terlalu lelah

Sudah waktunyan menutup tabir senja

 

Selamat datang malam

Apakah aku akan baik-baik saja?

Pertanyaan bodoh

Mana aku tahu, itu lah jawabanmu yang pasti

Iya kan?

 

Aku takut denganmu

Kau begitu menyeramkan

Bentukmu memang begini-begini saja

Entahlah

 

Begitu takutnya aku untuk tidur

Ya Allah, apakah kau ambil nyawaku besok?

Sebelum aku bangun tidur?

Apakah saat aku tidur dalam lelapku

Engkau memerintahkan malaikat-Mu datang menjemput?

 

Ya Allah, berikan aku hidup lagi esok

Masih banyak yang harus ku selesaikan

Aku mohon Ya Allah,

Aku takut

 

16 Maret 2014

Gadis kecil dan mimpinya

Sering ku panggil diriku dalam mimpi
Seorang putri dengan gaun putih
Mahkota karangan bunga menghiasi kepalanya
Rambut ikal terurai indah
Sepatu putih berkilau
Senyum manis tersungging di pipinya

Putri kecil bermain di taman kerajaan impian
Bunga-bunga indah mewarnai taman
Kerajaan dimensi lain
Peri-peri terbang dengan sayap cantiknya
Mengabulkan setiap permintaan

Terbang ke langit biru, melintasi samudera
Berlari-lari diatas awan
Menyapa bulan dan bintang di malam hari

Seorang pangeran kecil berkuda yang gagah
Datang mencari putri impian

Itulah mimpi gadis kecil di masa indahnya
Hidup dalam dunia fantasi

Sby, Maret 2013

Merangkul Purnama

Purnama

Aku tak melihatmu kini

Terlalu lama kah ku terkurung

Aku harus bertanya pada siapa?

 

Apa kau bahagia, purnama?

Jangan jawab hari ini, aku sudah tahu jawabannya

Biarkan aku menjadi mendung saja

Merangkulmu bukan dengan kehangatan yang kau harapkan

Sudahlah, aku akan terus merangkulmu

tak mau aku

jangan kau panggil bintang

untuk malam ini saja

inilah caraku, bukan cara mereka

 

Jangan tersenyum

Ini belum saatnya, purnama

Lihatlah kini, aku setia merangkulmu

Meski aku tak melihat bagaimana keindahanmu

Berikan sinarmu hanya untukku, malam ini

 

 16/3/’13

Maaf dan Aku mencintaimu

Ayah : Mencintai anaknya tanpa syarat, ustadz di waktu kecil hingga dewasa, orang yang rela tidak makan asal anaknya makan. Bekerja siang-malam asal kebutuhan keluarga terpenuhi meskipun harus merantau ke pulau seberang. Orang yang paling khawatir saat tahu anak perempuannya mulai jatuh cinta dan mengenal lelaki, khawatir jika anaknya lelakinya mulai bergaul dengan teman yang nakal. Separuh hidupku selama ini belum bisa mengimbangi waktu yang telah ku habiskan bersamamu. Terkadang aku iri dengan mereka yang sehari-harinya ditemani ayahnya. Aku selalu merindukannya, memang susah bagiku untuk mengungkapkan secara langsung. Aku rindu di gendongnya, aku rindu mengaji bersamanya, aku rindu naik sepeda, aku rindu suara adzan subuhmu yang berkumandang di musholla itu, aku rindu bercanda dengannya. Aku rindu semuanya. Ayah aku mencintaimu.

Ibu : Sperti lagu Sakha “Ibu” – Engkaulah wanita yang ku cinta selama hidupku-. Surgaku ada di telapak kakimu. Meskipun kadang marah-marah, menyebalkan, tetapi aku sangat mencintaimu. Setelah aku jauh darimu baru ku sadar aku sulit hidup tanpamu, Ibu… maafkan aku selama ini, seringkali aku membuatmu jengkel, bahkan membuatmu menangis. Tahukah kau ibu? sekarang tidak ada yang memaksaku untuk sarapan, memaksaku untuk makan rutin, memaksa untuk minum obat saat sakit. Mengingatkan shlolat tepat waktu. Sekarang? makan saja kalau aku ingat. Minum obat? makan saja tidak teratur, apalagi minum obat. Sakit? hampir setiap hari rasanya sakit semua. Ibu apakah kau baik-baik saja di rumah?

Kakak : Aku adalah adik yang dulu sering mengalah, harus rela tidak masuk sekolah karena kenakalanmu. Tapi sekarang, kau yang banyak mengalah untukku. Terimakasih dan maafkan kesalahanku yang dulu, sekarang, dan mungkin yang akan datang.

Adik : Jagoan kecil, emmm sekarang sudah mulai gede, tapi masih manja sekali. Jangan nakal ya di rumah, jangan membantah kalau disuruh Ibu. Kejar mimpi-mimpimu, jangan lupa belajar, sholat, dan ngaji.

Nenek : Orang yang banyak berperan dalam hidupku, Ibu kedua setelah ibu kandungku. Aku minta maaf selama ini suka membantah, sering berbicara kasar sehingga membuatmu menangis. Aku senang sekarang nenek sudah bisa sholat lagi. Itu sebuah keajaiban bagiku.