Cita-citaku adalah . . .

Saat masih duduk di Taman Kanak-kanak Ibu Guru dengan ramahnya bertanya kepada murid-murid ingin jadi apa kelak kalau sudah besar. Ada yang menjawab jadi dokter, jadi pilot, jadi guru dan lain sebagainya. Saat itu aku ingin kelak aku jadi polwan (polisi wanita) karena kebetulan dulu sekolah di TK Kemala Bhayangkari. Menginjak Sekolah Dasa keinginanku berubah ingin jadi perawat atau dokter, seniman, dan tidak terfikir olehku menjadi guru seperti teman-teman yang lain.

Semakin bertambah jenjang pendidikan yang ke tempuh masih saja cita-cita itu belum terbayang di benakku, hingga di masa kuliah akupun baru memikirkan jadi apakah aku nanti. Apakah itu? Aku ingin jadi Ibu rumah tangga. Ya Ibu rumah tangga. Bukankah wanita lebih baik beraktifitas di rumah daripada di luar.

Bangun pagi-pagi, sholat subuh, lalu masak menyiapkan sarapan pagi untuk suami. Membersihkan rumah, mencuci baju, mencuci piring, mungkin akan menjadi rutinitas yang membosankan dan melelahkan tapi itulah tanggungjawab seorang ibu rumah tangga. Menunggu suami pulang kerja meskipun harus pulang malam, menyambutnya dengan senyuman yang dapat melunturkan lelahnya bekerja seharian.

Menjadi Ibu dari anak-anak suamiku, menjadi ustadzah untuk mereka, karena ibu memang tempat menimba ilmu yang pertama kali. Ada pepatah Arab mengatakan “Al Ummu Almadrasatul Ula” yang artinya Ibu adalah sekolah yang utama. Ibu yang baik Insyaa Allah anaknya juga akan baik kelak menjadi anak yang shalih dan shalihah, mendidik anak-anak dengan baik agar nanti menjadi generasi muda islami yang berpegang teguh pada Dien Islam, berpedoman pada Al-Qur;an dan As-sunah.

Iklan