Mungkin Aku yang Lelah

Begitu berat melangkahkan kaki ini

Belenggu menjerat kaki yang lumpuh

Suara-suara yang memekikkan telinga

Kata-kata yang secara kejam menusuk jantung

Bak pisau menancap begitu dalam

Lalu kau mencabutnya

Dan kau menusukkan lagi berulang kali

Jantung ini sudah berdarah-darah

Jalanan seolah berkabut padahal asap

Mengkaburkan mata

Menyesakkan dada

Melumpuhkan pikiran

Siapakah yang mampu membawaku menghilang

Kau tak pernah tahu

Bagaimana kau bisa tahu

Sedangkan kau tak ingin tahu

Bagaimana aku bisa memberi tahu

Jika kau tak berhasrat untuk mengetahuinya

Apakah kau anggap aku menikmatinya?

Bukankah kau yang sudah menikmatinya?

Sesuatu yang telah ku perjuangkan kandas begitu saja

Kau tak merasa atau berpura-pura tidak merasa

Mungkin aku yang lelah

Berjuang dengan mimpi-mimpi yang tak bisa menjadi nyata

Cita-citaku adalah . . .

Saat masih duduk di Taman Kanak-kanak Ibu Guru dengan ramahnya bertanya kepada murid-murid ingin jadi apa kelak kalau sudah besar. Ada yang menjawab jadi dokter, jadi pilot, jadi guru dan lain sebagainya. Saat itu aku ingin kelak aku jadi polwan (polisi wanita) karena kebetulan dulu sekolah di TK Kemala Bhayangkari. Menginjak Sekolah Dasa keinginanku berubah ingin jadi perawat atau dokter, seniman, dan tidak terfikir olehku menjadi guru seperti teman-teman yang lain.

Semakin bertambah jenjang pendidikan yang ke tempuh masih saja cita-cita itu belum terbayang di benakku, hingga di masa kuliah akupun baru memikirkan jadi apakah aku nanti. Apakah itu? Aku ingin jadi Ibu rumah tangga. Ya Ibu rumah tangga. Bukankah wanita lebih baik beraktifitas di rumah daripada di luar.

Bangun pagi-pagi, sholat subuh, lalu masak menyiapkan sarapan pagi untuk suami. Membersihkan rumah, mencuci baju, mencuci piring, mungkin akan menjadi rutinitas yang membosankan dan melelahkan tapi itulah tanggungjawab seorang ibu rumah tangga. Menunggu suami pulang kerja meskipun harus pulang malam, menyambutnya dengan senyuman yang dapat melunturkan lelahnya bekerja seharian.

Menjadi Ibu dari anak-anak suamiku, menjadi ustadzah untuk mereka, karena ibu memang tempat menimba ilmu yang pertama kali. Ada pepatah Arab mengatakan “Al Ummu Almadrasatul Ula” yang artinya Ibu adalah sekolah yang utama. Ibu yang baik Insyaa Allah anaknya juga akan baik kelak menjadi anak yang shalih dan shalihah, mendidik anak-anak dengan baik agar nanti menjadi generasi muda islami yang berpegang teguh pada Dien Islam, berpedoman pada Al-Qur;an dan As-sunah.

Membuat Rencana Garis dengan diagram NSP

Petrus Eko Panunggal's Blog

Nah, lanjutan dari ini, berikut akan saya jabarkan pembuatan rencana garis, dengan menggunakan diagram NSP.
Cara ini diambil dari buku: Arkenbout Schokker, J.C., Neuerburg, E.M., Vossnack, E., “The Design of Merchant Ships”, H. Stam, terbitan tahun 1953
Sedangkan NSP sendiri adalah merupakan singkatan dari Nederlandsch Scheepbouwkundig Proefstation yang sekarang menjadi MARIN.

Membuat Curves of Sectional Areas

Dalam cara ini, masukan yang diminta adalah Lpp dan Lwl, lalu dihitung Ldispl = 0.5(Lpp + Lwl). Selain itu φ atau Cp dan LCB yang dinyatakan dalam % Ldispl dan diukur dari titik tengah Ldispl. Ingat bahwa ujung depan Lpp dan Lwl itu berimpit yaitu di FP, bukan yang lain. Jadi ada 2 titik tengah yang berbeda, satu untuk Lpp dan satu lagi untuk Ldispl. Karena yang didapat dari perancangan biasanya dinyatakan dalam % Lpp dan diukur dari titik tengah Lpp, maka letal LCB dalam % Ldispl harus dihitung lagi. Untuk lebih mudah…

Lihat pos aslinya 601 kata lagi

Siapapun Anda, Anda Spesial Buat Saya

Berikut bukan tulisan saya sendiri tapi saya dapatkan ketika saya masih menjadi Mahasiswa Baru. Saya juga lupa mendapatkan tulisan ini pada acara apa dan dimana. Saya mendapatkan ini dalam bentuk selembar kertas tanpa ada nama siapa yang membuatnya, hanya ada inisial penulis yang maaf saya tidak bisa mencantumkannya dan sepertinya saya tahu siapa beliau dari inisial tersebut. Entah mengapa dan bagaimana kertas tersebut selalu tidak sengaja saya temukan ketika saya akan pindahan. Yang pertama ketika pindah dari asrama ke kostan, lalu pindah kamar walauapun masih satu rumah di kostan, dan yang terakhir ketika saya packing untuk pindah dari kost ke kontrakan.

Mungkin tulisan masih banyak kekurangan dari penggunaan kata maupun tata bahasanya, tapi ini sangat bermanfaat bila dicermati pesan yang ingin disampaikan oleh penulis. Adapun jika salah satu pembaca sekalian adalah penulis, saya minta maaf karena mempublikasikan tulisan tanpa izin terlebih dahulu. Tak lupa saya mengucapkan terima kasih kepada penulis, karena tulisan tersebut telah memberikan manfaat tersendiri bagi saya.

 

Siapapun Anda, Anda Spesial Buat Saya

Bukanlah kita yang terhebat, bukan juga yang mempunyai IP 4 (jika di SMA nilai 10 atau sempurna), apalagi segudang gelar dan title prestasi yang menancap di pundak ini, bukan, kami tak memiliki itu semua. Disini, kami hanya ingin berbagi. Ketika anda melihat kebaikan pada kita, itu hanya karena Allah SWT masih mengasihi kita dengan menutup aib-aib, maksiat dan keburukan kta.

Ambillah yang baik dan buang jauh-jauh yang anda anggap buruk, bersikaplah open mind jika anda ingin mendapatkan sesuatu yang lebih, jika anda merasa ragu dan merasa malu bertanya pada kanan dan kiri anda, bacalah taawudz (aku berlindung kepada Allah SWT daari godaan setan yang terkutuk), lalu tanyakan pada hati nurani anda, jujurlah, Insya Allah, Allah akan menuntun kita.

Pak Nuh, mantan Menkominfo RI yang saat ini menjabat menjadi mendikbud RI, beliau adalah Rektor ITS periode 2003-2007. Suatu malam ketika masih jadi Rektor, beliau pernah melakukan inspeksi mendadak mengajak SKK melihat kondisi malam di ITS, anda tahu apa yang beliau temukan di salah satu WC di ITS jam 12 malam?, sepasang mmuda mudi berada dalam kamar mandi berdua, apa yang dilakukan, anda semua bisa membayangkan.

Dr Triwikantoro, Dekan FMIPA ITS 2007-2011 pernah menjumpai “mobil bergoyang” di daerah sekitar GOR ITS, demikian pula SKK ITS beberapa kali menemukan kejadian serupa di tempat berbeda, namun masih di ITS.

Kawan, memang kampus ini kelihatannya adem ayem tentrem. Tapi, bersiap-siaplah, terbukalah dengan semua informasi yang anda terima. Bertemanlah dengan semua orang, jadikanlah sahabat akrab, sahabat yang mengajak anda untuk lebih baik dan mendekat kepadaNya.

Saya akan beragi kepada anda, saya akan menceritakan pengalaman pribadi secara jujur. Sebenarnya saat ini saya dan saya sedang membangun sebuah mindset yang mudah diucapakan namun sulit diaplikasikan, tidak takut gagal, bukan menantang kegagalan, bukan, namun mempersiapkan diri jika hasil tak sesuai harapan. Perlu saya sampaikan, disini kita sama-sama berbagi, sama-sama saling mengingatkan dan berlomba-lomba dalam kebaikan. Semoga Allah SWT menuntun dan meridhai kita semua, amin.

Tahun 2008 saya mendaftar PMDK Berbeasiswa ITS (sekarang bidik misi ITS), namun ditolak. Kemudian mencoba mencari jalan lain supaya bisa kuliah di PTN. Alhamdulillah dapat beasiswa BMU SNMPTN yang terdiri uang pendaftaran SNMPTN dan SPP dua semester jika lulus SNMPTN. Allah SWT memang paling tahu yang saya butuhkan, memberikan jalan yang terbaik, walaupun memilih jurusan karena salah mengarsir, Alhamdulillah, Teknik Perkapalan ITS, semoga dapat mengantarkan menjadi sebaik-baiknya umat Muhammad SAW, umat yang paling bermanfaat.

Background bukan dari anak rohis (kerohanian islam) SMA, bukan juga anak BDI atau perkumpulan–perkumpulan religi. Pacaran sejak SMA sampai akhir semester satu kuliah. Pernah juga nonton film gak jelas bersama-sama teman teman satu angkatan di asrama ITS, bukan sekali dua kali, tapi sering. Mata juga tidak berkedip dan mulut suit-suit ketika melihat cewek cantik, ya itulah saya waktu itu.

Alhamdulllah, mungkin sekarang tidak jauh beda, namun sedikit berkurang, dan saya bertekad untuk terus dan terus memperbaiki diri, semoga Allah SWT meluruskan niat kita, amin.. mungkin ini hidayah Allah SWT atau ini malah cobaan, semoga perasaan merasa alim, merasa sudah baik, merasa dan merasa dijauhkan Allah dari diri kita,

Mau tidak mau, saat ini, kita semua jauh dari rumah, jauh dari pantauan orangtua. Disinilah kita belajar menemukan diri sendiri. Diawal saya menggambarkan kondisi kampus ini, sekarang pilihan ada di tangan kita, karena hidup memang pilihan. Lingkungan anda berkumpul akan sangat mempengaruhi anda, bahkan lebih mempengaruhi dari dosen anda di kelas.

Kawan, hidayah dari Allah SWT itu tidak datang dengan tiba-tiba. Ada perantaranya, sekarang tinggal kita mau atau tidak. Jujur, yang membuat saya berubah, dan saya baru sadar jika perubahan itu berjalan lambat. Ada tiga hal, temen-temen saya satu organisasi, mentoring dan lingkungan tempat tinggal saya.

To the point, carilah lingkungan yang kondusif, yang mendukung anda untuk kuliah dan berprestasi, yang memberikan dukungan ketika anda di bawah, mengingatkan anda supaya tidak sombong ketika anda berada di atas. Dan yang paling penting, yang mengajak anda dekat dengan Rabb anda.

Ada banyak pesantren mahasiswa – pesantren mahasiswa, kontrakan yang ada pembinaannya atau bahkan kosan yang penghuninya membuat kesepakatan untuk saling mengingatkan.

Hidup ini Cuma sekali, rugi, rugi dan sangat rugi jika kita hanya punya mindset, kuliah, kerja, nikah, punya anak cucu, tua lalu meninggal.

Kenapa tidak mencoba memberi sedikit warna di hidup ini, mumpung masih hidup, kira-kira apa yang bisa kita lakukan supaya Allah SWT ridho pada kita.

Terakhir kawan, selamat datang, selamat datang wahai saudaraku. jadi mahasiswa cuma sekali, jadilah yang berari.

Spesial ditulis buat adik-adikku mahasiswa ITS 2012, semoga ALllah SWT menjaga, melindungi dan meridhai kita. Amin.

25 juni 2014

12:18 WIB

 

Wajah-wajah Hitam

Dunia akan menunjukkan wajah-wajahnya

Dimana letak noda yang sebenarnya

Wajah-wajah hitam semakin hitam

Jika kau merasa yang paling benar

Tunjukkan padaku, pada kita semua

Jangan hanya bicara dengan kemanisan yang kau buat

kemanisan yang menyakitkan

Hai. wajah-wajah hitam…

Tak pernah kak kau melihat dirimu itu

Tak pernah kah mendengar apa yang telah kau ucapkan

Apa kau juga tidak pernah apa yang orang katakan tentang engkau

Muhasabah diri dalam menyambut Ramadhan 1435

 

Gambar

Waktu terasa cepat berlalu. Alhamdulillah, tidak terasa kita sudah memasuki awal bulan Sya’ban yang selangkah lagi akan dipertemukan kembali dengan bulan suci Ramadhan. Bulan Sya’ban adalah bulan yang sangat digemari Rasulullah untuk berpuasa. Diriwayatkan dari Aisyah r.a, berkata; “Saya tidak melihat Rasulullah SAW berpuasa lengkap sebulan penuh kecuali di bulan Ramadhan. Dan saya tidak melihat yang banyak dipuasani Rasulullah SAW kecuali di bulan Sya’ban”. (HR. Bukhari- Muslim).

Diriwayatkan pula dari Aisyah r.a berkata bahwa; “Di antara bulan-bulan yang sangat dicintai Nabi dalam melakukan puasa adalah di bulan Sya’ban, lalu menyambungkannya dengan bulan Ramadhan”. (HR. Abu Dawud).

Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah, rahmat, dan maghfirah, seperti yang disampaikan Rasulullah SAW: “Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah, rahmat, dan maghfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari paling utama. Malam-malamnya adalah malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam paling utama. Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakanNya. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu adalah ibadah, amal-amalmu diterima, dan doa-doamu diijabah.”

Apa saja yang perlu dipersiapkan dalam menyambut datangnya bulan ramadhan yang di tunggu-tunggu oleh umat muslim di seluruh dunia. Apakah cukup dengan persiapan fisik yang nantinya akan terforsir selama berpuasa, atau menyiapkan bekal keperluan selama satu bulan. Ada banyak hal yang perlu dipersiapkan lagi selain yang disebutkan sebelumnya. Salah satunya adalah dengan muhasabah atau biasa disebut introspeksi diri.

Muhasabah diri merupakan sarana mengevaluasi diri untuk mengetahui kelemahan-kelemahan beserta kelebihan-kelebihan yang dimilikinya. Muhasabah sangat penting untuk memposisikan diri, apa yang seharusnya dilakukan guna meningkatkan kualitas diri agar menjadi lebih baik kedepannya.

Alangkah baiknya jika setiap muslim menyambut ramadhan dengan mengingat amal dan dosa yang telah dilakukan selama setahun ini, apakah ramadhan tahun sebelumnya telah memberikan kebaikan-kebaikan berarti atau justru sebaliknya. Dengan hal demikian diharapkan setiap muslim memiliki tekad atau upaya untuk memanfaatkan bulan Ramadhan yang akan datang dengan sebaik mungkin. Tidak bisa dipungkiri bahwa kita sebagai manusia merupakan tempatnya salah dan dosa, tanpa kita sadari di setiap waktu bahkan setiap detik kita melakukan salah yang disengaja maupun tidak.

Ada beberapa aspek yang perlu kita evaluasi dan dibenahi yaitu mulai dari ibadah. Telah disebutkan dalam Q.S. Adz-Dzaariyaat : 56 bahwa tujuan kita diciptakan Allah di dunia ini semata-mata untuk beribadah kepada-Nya. Apakah amalan yang kita perbuat selama ini sudah benar-benar niatan karena Allah Ta’ala ataukah masih karena tujuan lain.

Aspek selanjutnya adalah mengenai hubungan sosial terhadap sesama makhluk ciptaan Allah. Mengapa hubungan sosial perlu kita evaluasi, karena tidak bisa dihindari setiap hari kita berinteraksi dengan manusia. Bisa jadi dalam berinteraksi kita melakukan dosa-dosa kecil yang tidak disadari. Mungkin saat bergurau ada kata-kata yang menyakiti lawan bicara atau justru kita sendiri yang merasa tersakiti akibat ucapan orang lain.

Dalam sebuah riwayat, Umar bin Khatab r.a. : “Hisablah (evaluasilah) diri kalian sebelum kalian dihisab, dan berhiaslah (bersiaplah) kalian untuk hari aradh akbar (yaumul hisab). Dan bahwasanya hisab itu akan menjadi ringan pada hari kiamat bagi orang yang menghisab (evaluasi) dirinya di dunia”. Semoga dengan muhasabah kita benar-benar siap menghadapi bulan suci dengan hati yang bersih dan dapat meringankan hisab di yaumul akhir.

Kabut dalam lamunan

Tak ada sedikitpun kata yang terucap

Bagaimana aku mengartikannya

Belaian angin di malam itu mungkin hanya sekedar menyapa

Membisikkan kebenaran yang kan terjadi

Tak ubahnya kabut di lereng gunung

Seketika menutup indahnya surga dunia

Menyelimuti setiap yang dilaluinya

Kemudian….

Hawa dingin membuatnya menangis

Aku masih dalam lamunanku

Lamunan berkabut dalam tanda tanya

Hingga kabut menghilang dan menunjukkan

Menunjukkan bagaimana aku harus mengartikannya