Teman… Suatu Saat Nanti

Teman.. Suatu saat nanti aku akan merindukan
Merindukan dirimu
Merindukan kenangan-kenangan
Merindukan senyuman-senyuman

Teman.. Suatu saat nanti aku akan merindukanmu
Rindu melangkahkan kaki bersama menuju Rumah-Nya
Rindu melafadzkan setiap ayat bersamamu
Rindu mencari jalan menuju Ridho-Nya
Rindu membagi suka dan duka

Teman.. Suatu saat nanti..
aku hanya akan menjadi masa lalumu
aku hanya sebatas air mengalir di sungai yang akan mengering
aku adalah angin senja yang hilang mengganti malam
yang mungkin tak kembali di senja berikutnya

Teman.. Suatu saat nanti
aku mungkin yang akan lupa itu semua
pun engkau juga

Iklan

Sampaikan Suratku

Ya Rabb . .

Sampaikan suratku padanya

Surat tanpa tulisan tangan atau ketikan

Tanpa selembar kertas dan tak beramplop

Bukan pula kugoreskan pada batu, dedaunan, ataupun kayu

 

Sampaikan suratku,

Katakan aku merindukannya,

kemarin, hari ini, esok dan seterusnya

dua hari yang lalu, seminggu yang lalu , satu bulan yang lalu

masih tersimpan rinduku

kubungkus rapi dan takkan kubiarkan ia lusuh

sampaikan suratku yang tak berwujud

 

Bisikkan di telinganya, aku selalu menunggu

sedetikpun aku ingin bertemu

tak cukup melihat bayangannya pada selembar kertas

atau melihat sosok itu dalam otakku

katakan itu sekali lagi

 

Ya Rabb,

Kirimkan suratku ini

janganlah bosan mengantarkan suratku

karena akan selalu kuucapkan selepas sujudku

Aku mencintainya,

Jangan biarkan ia berduka

Aku ingin senyumnya selalu menghiasi dunia

Berilah ia kekuatan berjalan dijalanmu

Ya Allah,

dan katakan padanya

aku akan selalu menjadi putrinya

putri kecil yang selalu haus kasih sayangnya

sampai kapanpun itu